Hukum Pacaran di Bulan Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Sah? Berikut Penjelasannya

- Sabtu, 25 Maret 2023 | 14:41 WIB
Ilustrasi Hukum Pacaran di Bulan Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Sah? Berikut Penjelasannya (pexel/ van-th-ng)
Ilustrasi Hukum Pacaran di Bulan Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Sah? Berikut Penjelasannya (pexel/ van-th-ng)

Fokus Muria – Bagaimana hukumnya apabila pacaran di bulan Ramadhan? Apakah puasa tetap sah? Simak penjelasan berikut.

Ada beberapa hal yang dapat mengurangi pahala puasa di bulan Ramadhan. Lalu bagaimana hukumnya pacaran di bulan Ramadhan?

Apakah ibadah puasa tetap sah jika masih pacaran di bulan Ramadhan? Berikut penjelasan tentang hukum pacaran di bulan suci Ramadhan.

Bulan suci Ramadhan sudah tiba, artinya umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa. Saat berpuasa ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, salah satunya adalah menahan hawa nafsu.

Baca Juga: Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan serta Pendapat Para Ulama Berikut!

Orang yang berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya dilarang dalam Islam, meskipun mereka tidak melakukan perbuatan zina.

Karena hal tersebut dapat menghadirkan gangguan setan yang menyebabkan tidak bisa mengendalikan hawa nafsu dan berujung melakukan perbuatan zina.

Bagaimana hukum pacaran di bulan Ramadhan, apakah puasanya tetap sah? Simak penjelasan berikut ini.

Dalam Islam tidak ada istilah pacaran. Berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya diharamkan dalam Islam.

Baca Juga: Apakah Menonton Film Dewasa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Selain dianggap sebagai perbuatan maksiat, pacaran di bulan Ramadhan hukumnya haram karena termasuk perbuatan zina. Seperti yang tertuang dalam hadits berikut ini, Rasulullah SAW bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Artinya:

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan mendapat bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa dielakkan. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Halaman:

Editor: Muhammad Najih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X