Mengenal Sosok Imam Hanafi

- Selasa, 28 Juni 2022 | 06:57 WIB
Profil dan link download biografi Imam Hanafi, nama asli hingga kesetiaannya dengan guru selama belasan tahun. /Pixabay.com/ mohamed_hassan
Profil dan link download biografi Imam Hanafi, nama asli hingga kesetiaannya dengan guru selama belasan tahun. /Pixabay.com/ mohamed_hassan

Fokus Muria - Imam Hanafi lahir pada tahun 80 Hijriyah (H) bertepatan dengan tahun 699 M (M) di sebuah kota bernama Kufah. Memang, nama Imam Hanafi adalah Nu'man bin Tsabit bin Marzaban Al-Farisi yang bergelar Al-Imam Al-A'zham. Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang biografi imam hanafi, simak terus artikel ini.

Bagaimana Biografi Imam Hanafi?

Ketika lahir, pemerintahan khilafah Islamiyah dipimpin oleh Abdul Malik bin Marwan, keturunan kelima Bani Umayyah. Dia hidup dalam keluarga yang saleh. Ia juga telah menghafal Al-Qur'an sejak kecil dan merupakan orang pertama yang menghafal hukum Islam dengan belajar. Ketika masih kecil, Imam Hanafi pernah bergabung dengan kelompok pedagang minyak dan sutra. Dia bahkan memiliki toko untuk berdagang kain.

Baca Juga: Biografi Alim Markus Pemilik Grup Maspion

Dalam perjalanan waktu, Imam Hanafi yang dikenal sebagai orang yang haus akan ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama, menjadi ahli dalam bidang fiqih dan menguasai berbagai bidang ilmu agama lainnya, seperti ilmu agama.  tauhid, ilmu kalam, ilmu hadits, serta ilmu sastra dan hikmah.  Tidak hanya menguasai banyak ilmu, ia juga bisa memecahkan masalah sosial yang kompleks.

Yazid bin Harun berkata, ''Saya tidak melihat orang yang lebih pintar dari Imam Abu Hanifah. Kata-katanya sesuai dengan apa yang datang dari Rasulullah dan apa yang datang dari para sahabat.''

Kemahirannya dalam berbagai disiplin ilmu agama berbeda dengan sejumlah ulama besar pada masa itu. Diantaranya adalah Atho' bin Abi Rabbah, Ash-Sha'bi, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Hurmuj al-A'raj, Amru bin Dinar, dan Talhah bin Nafi'. Ia juga berguru kepada ulama lain, seperti Nafi' Maula Ibnu Umar, Qotadah bin Di'amah, Qois bin Muslim, Abdullah bin Dinar, Hamad bin Abi Sulaiman (guru fiqhnya), Abu Ja'far Al-Baqir, Ibnu Shihab Az -Zuhri, dan Muhammad bin Munkandar.

 Baca Juga: Sinopsis dan Daftar Pemain Drama Korea Baru Doctor Lawyer

Sepanjang 70 tahun hidupnya, Imam Hanafi tidak lahir langsung dalam bentuk kitab. Ide, pandangan, dan fatwanya tentang kehidupan beragama ditulis dan disebarluaskan oleh murid-muridnya. Karya-karya fiqh yang dikaitkan dengannya adalah Al-Musnad dan Al-Kharaj.

Salah satu muridnya yang paling terkenal adalah Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, guru Imam Syafi'i. Lewat goresan tangan murid-muridnya, pandangan Imam Hanafi tersebar luas di negara-negara Islam, bahkan menjadi salah satu mazhab yang diakui mayoritas umat Islam.

Halaman:

Editor: Agus Sutanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X