Tindakan Tegas Kapolri Tidak Ragu Mencopot Jabatan Mabes Hingga Kapolda Jika Terlibat Judi Online

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:43 WIB
Tindakan Tegas Kapolri Tidak Ragu Mencopot Jabatan Mabes Hingga Kapolda Jika Terlibat Judi Online (Foto: Gorajuara.com/Instagram Divisi Humas Polri/(@divisihumaspolri))
Tindakan Tegas Kapolri Tidak Ragu Mencopot Jabatan Mabes Hingga Kapolda Jika Terlibat Judi Online (Foto: Gorajuara.com/Instagram Divisi Humas Polri/(@divisihumaspolri))

Fokus Muria - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tidak akan ragu memberikan tindakan tegas terhadap anggota kepolisian yang ikut terlibat dalam tindak pidana kasus judi online.

Sigit pun memastikan, sanksi tegas tersebut tidak akan pandang bulu. Dengan kata lain, hukuman tersebut tidak melihat apakah pejabat Mabes maupun Kapolda.

"Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot, saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu Direktur, apakah itu Kapolda saya copot. Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan akan saya copot juga," jelas Sigit kepada awak media di Jakarta pada Jumat, 19 Agustus 2022.

Baca Juga: Polri Tetapkan Putri Candrawathi Sebagai Tersangka

Sigit menekankan, wanti-wanti potensi pelanggaran terhadap anggota kepolisian telah disampaikan terkait kasus judi tersebut. Ia berkomitmen memberantas praktik judi tersebut.

"Mulai dari beberapa waktu lalu, saya sudah perintahkan yang namanya perjudian, saya ulangi yang namanya perjudian apapun bentuknya apakah itu darat, apakah itu online semua itu harus ditindak. Saya ulangi yang namanya perjudian apakah itu judi darat, judi online, dan berbagai macam bentuk pelanggaran tindak pidana lainnya harus di tindak," ujar Sigit.

Di sisi lain, mantan Kabareskrim Polri ini juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk menghindari potensi terjadinya pelanggaran lain yang dapat mencoreng nama baik Korps Bhayangkara.

Baca Juga: 'Kerajaan' Ferdy Sambo Di Polri

Sigit menuturkan, pelanggaran tersebut akan sangat berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.

"Mulai dari peredaran narkotika, perjudian baik konvensional ataupun online, adanya pungutan liar (pungli), Ilegal Mining, penyalahgunaan BBM dan LPG, sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat," jelas Sigit.***

Halaman:

Editor: Muhammad Najih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X